PEMUDA, TUNJUKKAN AKSI NYATAMU BAGI LINGKUNGANMU
Lingkungan
hidup tidak bisa lepas dari kegiatan sehari-hari kita. Meskipun kita sering
mengabaikannya, tetapi lingkungan tetap memenuhi apa yang kita inginkan. Entah
apa yang ada dibenak kita, kita telah merusak dan menghilangkan fungsi
lingkungan tersebut. Memanfaatkannya tanpa tanggung jawab, apakah kita pantas
menyandang gelar makhluk berakal dan khalifah di bumi? Tentunya kita bisa
intropeksi diri kita sendiri sebelum kita melakukan judge seseorang mulai diri kita sendiri.
Memang
sangat sulit bagi kita merubah suatu kebiasaan yang telah mendarah daging,
terlebih hal tersebut sudah dilakukan oleh pendahulu kita. Kita sebagai pemuda
seyogyanya melakukan mulai dari hal yang terkecil yang kita bisa lakukan. Tidak
usah gembar-gembor sana-sini, melakukan demo dijalan raya yang mengajak
masyarakat untuk peduli lingkungan. Hanya buang-buang waktu saja.
Contoh
yang sederhana untuk menjaga lingkungan kita ialah dengan mengurangi emisi
karbondioksida yang berlebih. Kita bisa melakukan naik sepeda ketika kita mau
ke kampus, cafe, atau lebih gaul lagi kita hangout
bareng temen. Dijamin seru deh. Meskipun naik sepeda dianggap sepele di
masyarakat kita, trend ini malah
berkembang di berbagai negara maju seperti Jepang, USA, dan sebagainya. Kita
bisa membayangkan jika jumlah motor yang ada di Jakarta sebanyak 10.000, dan 1
motor yang dikendarai oleh 2 orang diganti dengan sepeda. Kita akan dapat dua
manfaat sekaligus, pengurangan kemacetan dan emisi karbondioksida berkurang.
Selanjutnya
kita bisa mengurangi pemakaian parfum. Karena mengandung suatu zat yang bisa
merusak lapisan ozon. Kita ketahui bersama, fungsi lapisan ozon ialah
melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang jika terkena oleh manusia akan
menyebabkan kanker kulit. Sebagai penggantinya, kita bisa memanfaatkan daun
sirih yang direbus dengan sedikit air lalu disaring dan diminum airnya. Memang
rasanya aneh, tetapi daun sirih dijamin bisa menghilangkan bau badan secara
ekonomis tanpa membeli parfum yang mahal dan merugikan lingkungan.
Selain
hal diatas, buang sampah pada “tempatnya” juga berperan. Kita bisa menempatkan
sampah bersasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan khusus). Memang sampah
menjadi momok di Indonesia, khususnya di kota besar. Selain pengolahannya yang
kurang efektif, kitanya masih membuang sampah disungai, pinggir jalan, bahkan
di tempat umum. Sehingga selain membuang sampah pada tempatnya, kita seyogyanya
bisa mengolahnya. Salah satunya ialah membuat kompos sederhana dari
sampah-sampah dedaunan yang ada disekitar kita. Caranya kita membuat lubang
sumur kecil, kemudian kita isi dengan sampah dedaunan yang ada. Kemudian kita
kubur dengan tanah dan tunggu beberapa hari. Gampang kan? Selagi kita masih
punya kekuatan untuk menjaga lingkungan disekitar kita, lakukanlah. Meskipun
sederhana, tetapi berdampak positif.

