Minggu, 08 September 2013

PEMUDA, TUNJUKKAN AKSI NYATAMU BAGI LINGKUNGANMU



Lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kegiatan sehari-hari kita. Meskipun kita sering mengabaikannya, tetapi lingkungan tetap memenuhi apa yang kita inginkan. Entah apa yang ada dibenak kita, kita telah merusak dan menghilangkan fungsi lingkungan tersebut. Memanfaatkannya tanpa tanggung jawab, apakah kita pantas menyandang gelar makhluk berakal dan khalifah di bumi? Tentunya kita bisa intropeksi diri kita sendiri sebelum kita melakukan judge seseorang mulai diri kita sendiri.
            Memang sangat sulit bagi kita merubah suatu kebiasaan yang telah mendarah daging, terlebih hal tersebut sudah dilakukan oleh pendahulu kita. Kita sebagai pemuda seyogyanya melakukan mulai dari hal yang terkecil yang kita bisa lakukan. Tidak usah gembar-gembor sana-sini, melakukan demo dijalan raya yang mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Hanya buang-buang waktu saja.
            Contoh yang sederhana untuk menjaga lingkungan kita ialah dengan mengurangi emisi karbondioksida yang berlebih. Kita bisa melakukan naik sepeda ketika kita mau ke kampus, cafe, atau lebih gaul lagi kita hangout bareng temen. Dijamin seru deh. Meskipun naik sepeda dianggap sepele di masyarakat kita, trend ini malah berkembang di berbagai negara maju seperti Jepang, USA, dan sebagainya. Kita bisa membayangkan jika jumlah motor yang ada di Jakarta sebanyak 10.000, dan 1 motor yang dikendarai oleh 2 orang diganti dengan sepeda. Kita akan dapat dua manfaat sekaligus, pengurangan kemacetan dan emisi karbondioksida berkurang.
            Selanjutnya kita bisa mengurangi pemakaian parfum. Karena mengandung suatu zat yang bisa merusak lapisan ozon. Kita ketahui bersama, fungsi lapisan ozon ialah melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang jika terkena oleh manusia akan menyebabkan kanker kulit. Sebagai penggantinya, kita bisa memanfaatkan daun sirih yang direbus dengan sedikit air lalu disaring dan diminum airnya. Memang rasanya aneh, tetapi daun sirih dijamin bisa menghilangkan bau badan secara ekonomis tanpa membeli parfum yang mahal dan merugikan lingkungan.
            Selain hal diatas, buang sampah pada “tempatnya” juga berperan. Kita bisa menempatkan sampah bersasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan khusus). Memang sampah menjadi momok di Indonesia, khususnya di kota besar. Selain pengolahannya yang kurang efektif, kitanya masih membuang sampah disungai, pinggir jalan, bahkan di tempat umum. Sehingga selain membuang sampah pada tempatnya, kita seyogyanya bisa mengolahnya. Salah satunya ialah membuat kompos sederhana dari sampah-sampah dedaunan yang ada disekitar kita. Caranya kita membuat lubang sumur kecil, kemudian kita isi dengan sampah dedaunan yang ada. Kemudian kita kubur dengan tanah dan tunggu beberapa hari. Gampang kan? Selagi kita masih punya kekuatan untuk menjaga lingkungan disekitar kita, lakukanlah. Meskipun sederhana, tetapi berdampak positif.